Kabar24.com, JAKARTA – Final kontes Miss World 2013
batal digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan dipindah ke Bali karena
alasan keamanan.
Pembatalan izin malam final Miss World 2012 di Sentul karena alasan keamanan tersebut disampaikan oleh Menko Kesra Agung Laksono di kediaman Wapres Boediono, Sabtu (7/9) sore.
"Melakukan
revisi terhadap izin keamanan, disesuaikan, yaitu di Bali. Dengan
demikian maka acara Miss World itu diadakan perubahan-perubahan sesuai
dengan aspirasi masyarakat dan kepentingan kemajuan dunia pariwisata
Indonesia. Jadi acara ini tetap dilaksanakan, tapi di Bali," kata Menko
Kesra Agung Laksono dalam jumpa pers di kediaman Wakil Presiden
Boediono, Sabtu (7/9) sore.
Meski demikian, Menko
Agung mengatakan para peserta tidak akan dilarang jika hendak
mengunjungi daerah lain di Indonesia, tetapi untuk penyelenggaraan
kontes seluruhnya akan dilakukan di Bali.
"Tentu
saja kalau dalam kepesertaan Miss World ini ada yang kemudian
berkunjung ke obyek-obyek wisata lainnya itu tidak masalah. Seperti
berkunjung ke Borobudur, Yogya. Itu tidak dipersoalkan. Tapi dalam
penyelenggaraan akan seluruhnya dilakukan di Pulau Bali," kata Agung.
Agung
berharap seluruh pihak dapat memahami dan menghargai keputusan tersebut
yang merupakan kompromi dari aspirasi berbagai pihak.
Salah
satunya adalah keputusan pemerintah untuk melarang para kontestan Miss
World untuk mengenakan baju renang maupun bikini yang dinilai beberapa
pihak tidak sesuai dengan adat ketimuran dan budaya Indonesia.
"Dengan
mendengarkan aspirasi masyarakat, penyelenggaraaan yang dilakukan
disesuaikan sedemikian rupa dengan norma-norma, kebudayaan dan adat
istiadat ketimuran bangsa Indonesia sehingga penyelenggaraan Miss World
ini, acara-acara yang dipandang tidak sesuai dengan norma-norma
ketimuran seperti acara yang menggunakan bikini atau pakaian renang itu
ditiadakan," ujar Agung.
Bahkan, panitia diminta untuk mewajibkan peserta mengenakan pakaian daerah Indonesia sebagai ajang pengenalan budaya Indonesia.
Kapolri
Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan pihak kepolisian setempat juga
telah melakukan persiapan pengamanan bagi penyelenggaraan ajang Miss
World.
"Untuk keamanan, dilaksanakan oleh Polda
setempat kemudian bantuan dari seluruh unsur, dari masyarakat dan dari
TNI. Jadi (penekanannya) bukan dari unsur jumlah (personel) tapi akan
disesuaikan dengan kebutuhan," kata Timur.
Sementara
itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar
mengatakan panitia telah sepakat untuk melakukan penyesuaian terhadap
keberatan-keberatan yang muncul di masyarakat terkait penyelenggaraan
Miss World sehingga pihaknya menilai tidak ada alasan untuk melarang
penyelenggaraannya.
"Yang selalu jadi
persoalan adalah baju renang yang 'two pieces' atau bikini yang
disyaratkan di negara-negara lain tapi sekarang terbalik, panitianya
mensyaratkan tidak ada itu. Malah peserta akan diminta untuk menggunakan
baju daerah," kata Sapta.
Dengan
persetujuan panitia untuk tidak menggelar kontes baju renang atau bikini
dalam rangkaian penyelenggaraan Miss World, Sapta mengatakan hal itu
menjadi suatu hal yang positif.
Penyelenggaraan
Miss World yang diikuti oleh 131 peserta itu dinilai sebagai suatu
kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk dapat mengenalkan kebudayaan
dan pariwisata Indonesia kepada dunia internasional.
Final
kontes Miss World 2013 yang batal digelar di Sentul karena alasan
keamanan—terbukti adanya pro dan kontra di masyarakat—sempat dilonrarkan
oleh Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar. (JIBI/Bisnis.com/Kabar24.com)

0 comments:
Post a Comment
Tidak Punya Gmail ?
Komentar dengan NAME/URL
NAME = Menggunakan Nama Kamu
URL = Kosongkan Saja